Kembali ke Resources
Food Industry 08 Mei 20265 min read

Perbedaan STPP dan SHMP untuk Olahan Seafood

Panduan teknis memilih jenis phosphate yang tepat untuk mempertahankan kualitas, berat, dan kesegaran produk perikanan.

Perbedaan STPP dan SHMP untuk Olahan Seafood

Dalam industri pengolahan hasil laut (seafood processing), penggunaan Food Grade Phosphates* bukanlah sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan esensial. Phopshate berfungsi mencegah dehidrasi protein selama pembekuan (freezing) dan pencairan (thawing), memastikan ikan atau udang tetap segar, bertekstur kenyal, dan tidak kehilangan bobot airnya secara drastis (*drip loss).

Dua jenis phosphate yang paling sering digunakan adalah Sodium Tripolyphosphate (STPP)* dan *Sodium Hexametaphosphate (SHMP). Apa perbedaan mendasarnya?

Sodium Tripolyphosphate (STPP)

STPP adalah polyphosphate rantai pendek yang sangat alkalin (basa).

Karakteristik & Fungsi:

  • Meningkatkan pH: STPP sangat efektif meningkatkan pH daging seafood, yang membuka struktur otot protein sehingga mampu mengikat air lebih banyak.
  • Daya Ikat Air Tertinggi: Di antara semua jenis phosphate tunggal, STPP memberikan peningkatan water holding capacity (WHC) yang paling signifikan.
  • Kekurangan: Sulit larut dalam air dingin yang bersalinitas tinggi (air es garam). Seringkali menyebabkan "burn" atau rasa agak pahit/metalik jika dosisnya berlebihan.

Sodium Hexametaphosphate (SHMP)

SHMP adalah polyphosphate rantai panjang yang cenderung mendekati netral.

Karakteristik & Fungsi:

  • Kelarutan Superior: SHMP sangat mudah larut, bahkan dalam air es (brine) yang sangat dingin sekalipun.
  • Perlindungan Warna & Protein: Berfungsi sangat baik sebagai agen kelasi (chelating agent) yang mengikat ion logam. Ini mencegah perubahan warna (melanosis) pada udang dan melindungi protein dari denaturasi.
  • Kekurangan: Kemampuan mengikat airnya tidak sekuat STPP jika digunakan sendirian.

Solusi Terbaik: Compound Phosphates

Menggunakan STPP murni seringkali berisiko masalah kelarutan, sementara menggunakan SHMP murni kurang optimal dalam menahan bobot. Oleh karena itu, formulator ahli saat ini lebih merekomendasikan penggunaan Compound Phosphates — campuran presisi antara STPP, SHMP, dan terkadang SAPP (Sodium Acid Pyrophosphate).

Dengan formulasi compound*, Anda mendapatkan kelarutan sempurna dari SHMP dan daya ikat air maksimal dari STPP, menghasilkan produk seafood premium yang *juicy, cerah, dan menguntungkan.

Chat Kami